Minggu, 11 November 2012
Respect,peace and Love story
Kita telah disemaikankan dalam tempat yang sama
dan kemudian kita tumbuh pun masih bersama
Kita telah melewati rangkaian peristiwa bersama
yang berbuah duka maupun suka
Kebesaran bukanlah apa yang ingin dicapai
menjadi sombong bukanlah hal yang di ingini
bukan pula melangkah dengan keangkuhan hati
tapi kebersamaam yang ingin dicapai
Ini kita dalam jarak pandang telah jauh
dalam ruang waktu telah terpisah
dalam langkah yang pula terpisah
demi menatap dan menyambut hari yang cerah
Amirul Mu'min
Makassar,26 juni 2011,2:34
Aku cinta padamu
sebuah kata ingin kurangkai untukmu
sebagai persembahan atas cintaku
yang memujamu di atas cinta yang ada
yang berharap penantian berakhir indah
tapi aku ragu
apakah kata-kataku dapat meyakinkanmu
dapat menggugah dan mengetuk pintu hatimu
ingin kugenggam tanganmu
kukecup dalam dekap rinduku
kubelai bersama hasrat yang ada padaku
ku tenggelamkan dalam samudra cintaku
rindu ini selalu sertaku dalam setiap langkah
terpatri indah namamu dalam sanubariku
berhias indah dalam setiap simpuh doaku
andai kau tahu
rangkaian kata ini tidaklah cukup
sebagai pengakuanku atas cintamu
yang bersemayam dalam kalbuku
hanya mampu kukatakan
AKU CINTA PADAMU
Antara bayang dan kenyataan
Kita bermain
diantara angan yang masih dingin.......
Mencoba menerka
apakah sama yang kita rasa.........
Dan.......
ada yang ingin kukatakan
Sebelum semua hanyalah impian
Bahwa.......
pernah ada nama
Yang hadir dalam gejolak jiwa........
Dan.........
kaupun terlewati
Saat musim telah berganti........
Cinta.......
ada Yang masih setia untuK berjumpa
jika waktu tak berkehendak lain

diantara angan yang masih dingin.......
Mencoba menerka
apakah sama yang kita rasa.........
Dan.......
ada yang ingin kukatakan
Sebelum semua hanyalah impian
Bahwa.......
pernah ada nama
Yang hadir dalam gejolak jiwa........
Dan.........
kaupun terlewati
Saat musim telah berganti........
Cinta.......
ada Yang masih setia untuK berjumpa
jika waktu tak berkehendak lain
Kita adalah
Aku menyapa dirimu dan sepimu
dìmana kau dalam pelukan nafsu birahi
dan gejolak asmara
usah kau malu padaku
aku adalah kau dalam nista
kita dalam caci maki dari yang suci.tak peduli.
Karna kau dan aku adalah syahwat keparat
yang sama lagi seimbang kemarilah,
kita hirup segala dosa ini
walau ada timpa menghadang nun jauh disana
karna kìta tertutup dari pandang mata nan kasat
Kita.....
Yang lelah kecewa pada tegur dan ramah
meracik segala bumbu-bumbu nikmat pelukan nirwana
tak ada duka,hanya suka
tak ada benci,hanya cinta
untuk apa peduli kami yang penuh kutuk
kita dikutuk untuk saling mencinta..........
dìmana kau dalam pelukan nafsu birahi
dan gejolak asmara
usah kau malu padaku
aku adalah kau dalam nista
kita dalam caci maki dari yang suci.tak peduli.
Karna kau dan aku adalah syahwat keparat
yang sama lagi seimbang kemarilah,
kita hirup segala dosa ini
walau ada timpa menghadang nun jauh disana
karna kìta tertutup dari pandang mata nan kasat
Kita.....
Yang lelah kecewa pada tegur dan ramah
meracik segala bumbu-bumbu nikmat pelukan nirwana
tak ada duka,hanya suka
tak ada benci,hanya cinta
untuk apa peduli kami yang penuh kutuk
kita dikutuk untuk saling mencinta..........
Ajari aku
Ajari aku keindahan dari sepasang sayu yang kutatap itu
ajari aku keindahan dari sebaris senyum itu
ajari aku keindahan lewat kisah yang kau torehkan itu
ajari aku keindahan lewat syair yang acapkali kau ucapkan itu
ajari aku kendahan itu.........
agar aku bisa memuisikan namamu
agar aku bisa menjadi puisi dalam rindumu
agar aku bisa menjadi barisan kata dalam bait-bait cintamu
agar aku bisa menjadi perangkum segala aksara dihatimu
Tidakkah kau tau........?
betapa miris jika harap menjadi bias
betapa malam hanya menjadi pekat
betapa menyayat ketika hati hadirkan ragu...........
aku hanya ingin kau tau
akulah insan yang ingin kasih dan sayang dari jiwa yang punyai hati.............

ajari aku keindahan dari sebaris senyum itu
ajari aku keindahan lewat kisah yang kau torehkan itu
ajari aku keindahan lewat syair yang acapkali kau ucapkan itu
ajari aku kendahan itu.........
agar aku bisa memuisikan namamu
agar aku bisa menjadi puisi dalam rindumu
agar aku bisa menjadi barisan kata dalam bait-bait cintamu
agar aku bisa menjadi perangkum segala aksara dihatimu
Tidakkah kau tau........?
betapa miris jika harap menjadi bias
betapa malam hanya menjadi pekat
betapa menyayat ketika hati hadirkan ragu...........
aku hanya ingin kau tau
akulah insan yang ingin kasih dan sayang dari jiwa yang punyai hati.............
Mungkin aku takut merindu
Biarlah angin membawa bisikan
Biarlah awan membawa gumpalan
Dan biarlah aksara kumuh menorehkan gulana- gulana
atau kekeruhan semata..........
Aku hembuskan lagi asap nikotin pelengkap yang sempurna
cuma sekedar pelepas dahaga dan ralat kemelut atau prahara
Mungkin aku sudah mulai takut pada kerinduan....
mungkin karena enggan aku semaikan butiran yang kelak cuma kehampaan yang mati tak berkesan
Harumkan rindu ini bila saja kau mampu membuat aku rindu sesaat saja
Ketika aku tak lagi menanyakan tentang hati dan raga
Telah terhimpun ragam warna
Tanpa kujabat kepedihan tak berarti rasa manis

Biarlah awan membawa gumpalan
Dan biarlah aksara kumuh menorehkan gulana- gulana
atau kekeruhan semata..........
Aku hembuskan lagi asap nikotin pelengkap yang sempurna
cuma sekedar pelepas dahaga dan ralat kemelut atau prahara
Mungkin aku sudah mulai takut pada kerinduan....
mungkin karena enggan aku semaikan butiran yang kelak cuma kehampaan yang mati tak berkesan
Harumkan rindu ini bila saja kau mampu membuat aku rindu sesaat saja
Ketika aku tak lagi menanyakan tentang hati dan raga
Telah terhimpun ragam warna
Tanpa kujabat kepedihan tak berarti rasa manis
Perempuan itu
Dengan malam penuh keresahan
dengan tatapan penuh harap
mungkin itu adalah penantian
perempuan itu........
adalah rindu dalam kesunyian
adalah bening dalam pekat
adalah kelembutan dalam amarah
dalam gumamnya adalah puja
dalam sapanya adalah semangat
perempuan itu......
adalah canda dalam gundah
adalah api dalam hati
adalah bara dalam semangat
Ketahuilah!
kau adalah bulan dengan kilau sinarnya
yang bisa padamkan prahara dan angkara
Di air tenangnya........
yang melumatkan segala dendam
di peraduanmu.......
Kau adalah pusat
dimana rindu senantiasa berrotasi
kau adalah perempuan itu
Perempuan yang tidur di atas hamparan penantian
Tak pernah lelap sampai matahari tak mau sembunyi
Untuk mereka yang tak pernah lelah dalam penantian
dipenghujung mentari ada senja yang slalu menyapa
Makassar,31 oktober 2012

dengan tatapan penuh harap
mungkin itu adalah penantian
perempuan itu........
adalah rindu dalam kesunyian
adalah bening dalam pekat
adalah kelembutan dalam amarah
dalam gumamnya adalah puja
dalam sapanya adalah semangat
perempuan itu......
adalah canda dalam gundah
adalah api dalam hati
adalah bara dalam semangat
Ketahuilah!
kau adalah bulan dengan kilau sinarnya
yang bisa padamkan prahara dan angkara
Di air tenangnya........
yang melumatkan segala dendam
di peraduanmu.......
Kau adalah pusat
dimana rindu senantiasa berrotasi
kau adalah perempuan itu
Perempuan yang tidur di atas hamparan penantian
Tak pernah lelap sampai matahari tak mau sembunyi
Untuk mereka yang tak pernah lelah dalam penantian
dipenghujung mentari ada senja yang slalu menyapa
Makassar,31 oktober 2012
Langganan:
Postingan (Atom)