Sabtu, 01 Desember 2012

Bukan Keberadaan

Bukan keberadaan yang teramat memilukan
hanya kesenyapan yang membungakan dahaga
Kekosongan yang senantiasa hadir dengan jari yang halus
Dalam sukma tertuang,merepih adanya
.............................................
Engkaukah bunga yang sepi dan berlari itu....
yang mengejar arus angin lalu tersangkut,terjatuh dalam pusaran godaan
lalu pesona memasungmu hingga kau tak bisa berlari
kau terjatuh


............................................
bayang - bayang kelabu pun perlahan tersisih
bukan karena lelah ataupun menyerah
tapi itu adalah niscaya
ketika kau telah temukan arti adamu
..............................................

Gaza oh gaza

Gaza oh gaza........

Apa kabarmu pagi ini disana?

ketika sang mentari menyapa dengan sumringah

kau menyapanya dengan cemas

ketika orang - orang ramai menyediakan kopi panas atau mungkin teh hangat

kau menanti,kau meradang,kau kesakitan
............................
gaza oh gaza........

Tirani telah menjadi hiasan disepanjang waktumu

ketika zionis beserta antek - anteknya menyuarakan propaganda kebiadaban

hanya karena hal primordial yang semu

gaza....oh gaza.........

kau terluka,kau merintih menanti saudaramu yang tak kunjung datang

masih adakah kata saudara dalam hidup ini?

dimanakah ikatan yang katanya sesama muslim itu bersaudara?

dimanakah letak persaudaraan itu?

tidakkah kau lihat saudaramu meringis?

mata yang begitu bening kini tercemar asap roket beracun

wajah yang dulu berseri kau biarkan layu terpanggang api kemunafikan

gaza....oh gaza....

kau terbiar layu dalam sengatan api keangkaramurkaan zionis
............................................................

Mungkin

Jika saja mendung membawakanku selarik roman dan seikat cinta di senjaku kali ini

aku akan bersajak tentang cinta di antara bulir-bulir kasih yang menyemai rindu

tapi tetap saja ia membawa tanya yang masih saja tak berjawab

hingga sajak - sajak cinta terlantar disela - sela kebisingan

Berpeluk dengan bisikan senja dibulan november yang kian ranum
..............................................

..............................................
Engkau seperti hilang,hanya bayang yang kian abstrak

tinggalkan jejak dalam hempasan debu

ini bukanlah risalah tentang cinta dari hati yang pilu

sebatas cinta yang bernoktah pekat oleh ilusi
........................................................................
mungkin celotehan egois,romantis dan bengis kurangkaikan

tentang celah rindu yang bernaung,yang menghentak kedirianku

mungkin..................

seperti laila

seperti laila
........................
Laila yang pernah menggilakanku

Laila yang terdiam dipelataran sepi

yang tampak pucat terkulai rindu

Laila........

Berikanlah setitik bening dari rindumu itu

untuk aku bersajak mesra tentang cinta

mungkin akan menyibak tirai kehampaan

Laila.........

Lihatlah betapa cinta telah buta

hingga menggoyahkan sisi kalbu

Kemarilah,jamah dan resapilah
..............................................

Sabtu, 24 November 2012

Sinopsis

Pada hakikatnya perjalanan itu adalah gerak,suatu gerak yang dinamis,yang memiliki awal dan akhir.Tanpa kita sadari kita telah mengawali perjalanan itu dalam hidup entah itu saat kita terlahir hingga sampai dimana saat ini kita berdiri dan itu akan terus berlanjut sampai kealam tanpa batas............

yah,perjalanan itu berawal dari sebuah visi yang mengharuskan kita terus melangkah untuk mewujudkan visi tersebut..........

Mungkin masih terpatri dalam benak kita tentang bayangan masa kecil,dengan sekelumit pertanyaan tentang bagaimana hidup kita nantinya dan kenapa kita mesti ada di muka bumi ini.........pertanyaan - pertanyaan demikian adalah bukti bahwa perjalanan setiap manusia itu merupakan fitrahwi setiap makhluk.......

Proses perjalanan akan melewati fase - fase dalam hidup.........seperti fase perkenalan terhadap lingkungan dan fase dimana kita melakoni hidup secara nyata.lebih singkatnya dalam perjalanan itu kita akan mengenal yang namanya CITA,CINTA DAN Bagaimana perjalanan hidup itu sendiri.........

( Sebuah gambaran dari Buku "Bingkisan dari Perjalanan" tentang cita ,cinta dan perjalanan )

Jumat, 16 November 2012

Kita

Kita adalah perjumpaan itu bukan aku bukan kamu
sebab adalah kerinduan yang bersemi
memahami cinta yang tak mengenal kata kalah setelah berjuang,
sebab sebenarnya ia adalah pemenang

Jalan menuju rumahmu berkabut,
sejak dulu penuh jebakan,
hingga pula menyakiti,
sebenarnya cinta bukan seperti itu,
jika hanya aku yang meyakini dan kamu tak hendak mengisi,
jarak senantiasa melubanginya sebagai rindu,
sisakan sesak yang penuh harap

Namun perlahan kamu menanam sesal di ujung lidah,
dan aku mengangguk, menghindar dan pergi, dari tatapmu
Jadi berhentilah menderu-deru sebagai laut di pulauku,
bukan sebab gulungan ombak selalu meminta tiap mil tepiku jadi bagiannya,
buat sebuah daratan yang kelak akan tenggelam adalah kepastian
tapi hidup semestinya memerdekakan kehendak
tanpa meminta lebihnya menjadi apa,
sekali berarti lalu selesai menutup cerita,
hanya sebuah koma mencari titiknya sebagai tanda

Pagi adalah semangat

Ketika malam berlalu

seketika kenangan menjadi semangat

semangat yang menjadi bara dalam setiap langkah

Ketika mentari datang menyapa

itu adalah semangat yang menjadi juang

kasih........

malam telah berlalu

saatnya menunjukkan pada dunia

semangat yang membara

biarkan kisah semalam

biarkan ia melebur dalam ego